Kamis, 03 Maret 2011

Pengaruh Panjang Terhadap Konstanta Resistansi

Dengan panjang dari bahan yang semakin bertambah, dan dari hasil pengukuran
resistansi menggunakan avometer, didapatkan bahwa resistansi bernilai semakin besar
mengikuti panjang dari bahan yang semakin bertambah. Dan dalam menghitung
konstanta resistansi, dalam hasil percobaan yang telah dilakukan, didapatkan bahwa
perubahan panjang dan perubahan resistansi mempengaruhi nilai dari konstanta resistansi
dari bahan tersebut, yang berarti dalam hasil praktikum ini, nilai konstanta resistansi bisa
berubah meskipun pada jenis yang sama. Sedangkan dalam teori, seharusnya nilai
konstanta resistansi suatu bahan bernilai tetap, tidak bergantung pada panjang dan
resistansi bahan tersebut, dikarenakan seperti pengertian kontanta resistansi bahwa
konstanta resistansi merupakan suatu ketetapan yang dimiliki suatu bahan dalam
menghambat arus listrik. Dan ketetapan adalah suatu nilai yang tidak dapat diubah dan
selalu bernilai konstan.

Dengan kata lain, panjang dari bahan hanya mempengaruhi nilai resistansi. Semakin
bertambah panjang bahan, maka semakin besar pula nilai resistansinya. Seharusnya, nilai
resistansi dibagi panjang untuk panjang 0,2 m harus sama dengan nilai resistansi dibagi
panjang untuk panjang 0,3 m, demikian juga dengan panjang 0,4 m untuk menghasilkan
nilai konstanta resistansi yang sama.
Jika resistansi yang didapat tidak tepat, maka perbandingan konstanta resistansi tidak
sama antara satu dengan yang lain. Ketidaktepatan ini bisa disebabkan faktor-faktor
sebagai berikut:
1.  Keadaan dari bahan yang diukur berkarat, sehingga menyebabkan bertambahnya nilai
resistansi yang didapat. Dan jika dimasukkan ke dalam rumus konstanta resistansi,
akan menghasilkan nilai konstanta resistansi yang berbeda dari perhitungan
sebelumnya. Hal ini bisa diatasi dengan membersihkan karat tersebut.
2.  Ketelitian avometer dalam mengukur resistansi bahan. Dalam hal ini, kabel dari
penjepit bisa jadi sudah aus sehingga mempengaruhi pengukuran resistansi.
Dalam bentuk rumus:

Ketidaktepatan dalam mengukur resistansi dikarenakan faktor-faktor yang telah
dijelaskan sebelumnya. Meskipun resistansi bertambah seiring bertambahnya panjang,
akan tetapi bila perbandingannya tidak sama seperti resistansi dan panjang sebelumnya,
maka konstanta resistansi yang dihasilkan tidak bernilai sama.


cara mengukur resistor

Resistor berasal dari bahasa belanda werstand, yang berarti tahanan atau hambatan, Resistor berati suatu komponen elektronika yang memberikan hambatan terhatap muatan listrik.
resistor disimbulkan dengan huruf  R. dan mempunyai satuan ohm, resistor ditemukan pada tahun 1787 oleh seorang ahli fisika yang bernama George Ohm dari bangsa jerman.
resistor mempunyai kemampuan untuk membatasi arus atau tegangan disebut resistansi, dimana resistansi dinyatakan dengan satuan Ohm.
Hubungan antara hambatan, tegangan, dan arus, dapat disimpulkan melalui hukum berikut ini, yang terkenal sebagai hukum Ohm:

 R = V / I

dimana :
V = beda potensial (Volt)
I  = Arus (ampere)
R = Resistansi (Ohm)
Gelang Warna Pada Resistor
pada resistor mempunyai 4 gelang  atau mempunyai 5 gelang warna. gelang-gelang tersebut mempunyai kode-kode warna yang mewakili besarnya ambatan yang ada pada resistor tersebut
gelang_resistor
warna-warna pada resistor mempunyai besaran sendiri-sendiri sesuai dengan gambar diatas.  untuk membaca nilai resistor yang mempunyai 4 gelang dan 5 gelang sedikit berbeda, akan tetapi pada dasarnya sama.
Cara Membaca Resistor 4 Gelang
menghitung nilai resistor pada 4 gelang ini pada gelang pertama mewakili angka depan, gelang kedua mewakili angka selanjutnya, gelang ketiga mewakili nilai pengali, dan gelang keempat merupakan nilai toleransinya. untuk lebih jelasnya kita membaca nilai resistor pada resistor dibawah ini:
resistor
apabila kita menjumpai resistor yang mempunyai 4 gelang dengan warna diatas, maka kita dapat membaca nilai hambatan pada resistor tersebut adalah:
pada gelang 1 berwarna merah ini berati bernilai 2
pada gelang 2 berwarna hijau ini berati bernilai 5
pada gelang 3 berwarna oranye ini berati bernilai 3, jadi faktor pengali 10 pangkat 3 = 1000
pada gelang 4 berwarna emas berati toleransi 5 persen
jadi nilai resistor diatas adalah : 25 x 1000 = 25000 atau 25K dengan toleransi 5 persen.
cara membaca resistor 5 gelang
menghitung nilai resistor pada 5 gelang ini pada gelang pertama mewakili angka depan, gelang kedua mewakili angka selanjutnya, gelang ketiga mewakili angka ketiga gelang keempat mewakili nilai pengali, dan gelang kelima merupakan nilai toleransinya. untuk lebih jelasnya kita membaca nilai resistor pada resistor dibawah ini:
resistor2
apabila kita menjumpai resistor yang mempunyai 4 gelang dengan warna diatas, maka kita dapat membaca nilai hambatan pada resistor tersebut adalah:
pada gelang 1 berwarna kuning ini berati bernilai 4
pada gelang 2 berwarna biru ini berati bernilai 6
pada gelang 3 berwarna hitam ini berati bernilai 0
pada gelang 4 berwarna oranye ini berati bernilai 3, jadi faktor pengali 10 pangkat 3 = 1000
pada gelang 5 berwarna coklat berati toleransi 1 persen
jadi nilai resistor diatas adalah : 460 x 1000 = 460000 atau 460K dengan toleransi 1 persen.